Wolff Mengaspal Karena Kecintaan Bukan Emansipasi
Randy Wirayudha - Okezone
Selasa, 6 Agustus 2013 08:18 wib
Susie Wolff (Foto: ist)
GROVE – Polemik perihal wanita untuk boleh atau tidaknya mengaspal secara resmi di F1 memang masih stagnan tanpa perkembangan. Tapi itu bukan hal yang mencemaskan Susie Wolff. Test-driver Williams itu mengaku punya ambisi membalap karena memang kecintaannya.
Ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa istri dari Toto Wolff – bos tim Mercedes, itu hanya ingin menegakkan emansipasi wanita dalam dunia jet darat. Tapi Susie membantah anggapan itu. Sejak kecil, dirinya memang sudah jatuh hati pada dunia balap.
“Saya sudah mulai balapan sejak berumur delapan tahun dan saya menyukainya karena memang mencintai dunia (balap) ini. Bukan untuk membuktikan maksud tentang hak wanita dalam dunia balap,” aku Wolff, seperti disitat SportDirectNews, Selasa (6/8/2013).
“Saya juga tak sakit hati dengan berbagai komentar yang ada. Ketika Anda sudah lama membalap seperti saya, Anda akan terbiasa. Buat saya, balapan bukan tentang menanggapi dan memedulikan apa dipikirkan orang lain,” lanjutnya.
“Pada akhirnya, hal fantastis tentang olahraga ini adalah hitungan waktu lap. Anda bisa berdebat tentang siapa yang ada di kokpit, laki-laki atau wanita, tapi pada akhirnya mereka akan menilai dari performa. Itulah yang seharusnya jadi fokus Anda,” imbuh wanita Skotlandia berusia 30 tahun tersebut.
Wolff sedianya merasakan sendiri bahwa sejatinya, wanita sudah semestinya mendapat kesempatan yang sama sebagai pembalap. Suasana paddock dewasa ini, sudah lebih terbuka bagi wanita ketimbang beberapa tahun lalu.
“Orang-orang yang mengatakan wanita tak boleh eksis di F1, pasti berasal dari orang-orang F1 di masa lalu. Generasi yang lebih muda mengatakan bahwa wanita, layak mendapat apa yang pantas dewasa ini,” sambung Wolff.
“Banyak orang bertanya, mengapa tak banyak adanya wanita di F1? Yang pasti, butuh keberanian suatu tim untuk memberi kesempatan pada wanita. Contohnya Williams yang memberi saya kesempatan itu,” tutupnya.
(raw)
Ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa istri dari Toto Wolff – bos tim Mercedes, itu hanya ingin menegakkan emansipasi wanita dalam dunia jet darat. Tapi Susie membantah anggapan itu. Sejak kecil, dirinya memang sudah jatuh hati pada dunia balap.
“Saya sudah mulai balapan sejak berumur delapan tahun dan saya menyukainya karena memang mencintai dunia (balap) ini. Bukan untuk membuktikan maksud tentang hak wanita dalam dunia balap,” aku Wolff, seperti disitat SportDirectNews, Selasa (6/8/2013).
“Saya juga tak sakit hati dengan berbagai komentar yang ada. Ketika Anda sudah lama membalap seperti saya, Anda akan terbiasa. Buat saya, balapan bukan tentang menanggapi dan memedulikan apa dipikirkan orang lain,” lanjutnya.
“Pada akhirnya, hal fantastis tentang olahraga ini adalah hitungan waktu lap. Anda bisa berdebat tentang siapa yang ada di kokpit, laki-laki atau wanita, tapi pada akhirnya mereka akan menilai dari performa. Itulah yang seharusnya jadi fokus Anda,” imbuh wanita Skotlandia berusia 30 tahun tersebut.
Wolff sedianya merasakan sendiri bahwa sejatinya, wanita sudah semestinya mendapat kesempatan yang sama sebagai pembalap. Suasana paddock dewasa ini, sudah lebih terbuka bagi wanita ketimbang beberapa tahun lalu.
“Orang-orang yang mengatakan wanita tak boleh eksis di F1, pasti berasal dari orang-orang F1 di masa lalu. Generasi yang lebih muda mengatakan bahwa wanita, layak mendapat apa yang pantas dewasa ini,” sambung Wolff.
“Banyak orang bertanya, mengapa tak banyak adanya wanita di F1? Yang pasti, butuh keberanian suatu tim untuk memberi kesempatan pada wanita. Contohnya Williams yang memberi saya kesempatan itu,” tutupnya.
(raw)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar